Archive for the ‘Upakara dan Upacara’ Category

March 15th, 2012 By umaseh Posted in kupasan lontar, Upakara dan Upacara

caru eka sata (ayam brumbun) dan Rsi Ghana Alit

Sehubungan banyaknya pertanyaan dari saudara kami di daerah luar dan banyaknya kejadian bencana alam, berikut kami mencoba share indik caru eka sata (ayam brumbun) dan Rsi Ghana Alit.

CARU EKA SATA

 

BANTEN CARU EKA SATA

Sami metatakan talendan gede (ron): Tipat kelanan, Peras, Tatakan bulang siap, Urip2 siap (kepelan manut urip metatakan muncuk don biu), Nyiwan (soroan alit), dan bungkak nyuh sudamala mecarak 8.

Durmanggala

Sebagai alasnya kulit sayut, diatasnya diisi sebuah tumpeng, diisi bawang jahe dan terasi bang (mentah). Mengenai tumpeng dalam hal ini ada yang membuat berwarna hitam dan putih (poleng) tetapi ada sumber yang mengatakan tumpeng biasa (putih). Kemudian dilengkapi dengan pesucian/pangresikan, penyeneng, daksina yang berisi uang 225, pras, ajuman, canang tubungan, sampian nagasari, serta lauk – pauknya, telur bukasem (telur asin), jajan dan buah-buahan, lis dari selepan kelapa hijau. + Continue Reading

January 9th, 2012 By umaseh Posted in Upakara dan Upacara

Upacara Pemahayu Karang dan Bangunan

Caru Jigramaya

Caru ayam putih mulus maolah dadi 5 tanding, malayang-layang, majejatah lembat asem padha makatih, urab barak, urab putih, tempengnya padha madanan, olahannya padha winadhahan sengkwi, sawusan pinuja, caru punika pendhem ring bilang bucuning pakarangan, laying-layang nyane pendem ring tengah natar pekarangan nyane. + Continue Reading

December 1st, 2011 By umaseh Posted in Pasupati, Upakara dan Upacara

banten pasupati dan mantra pasupati

pasupati, apakah itu..?

Pasupati (Pāśupatāstra) dalam kisah Mahabharata adalah panah sakti yang oleh Batara Guru dianugerahkan kepada Arjuna setelah berhasil dalam laku tapanya di Indrakila yang terjadi saat Pandawa menjalani hukuman buang selama dua belas tahun dalam hutan. Panah yang berujung bulan sabit ini pernah digunakan oleh Batara Guru saat menghancurkan Tripura, tiga kota kaum Asura yang selalu mengancam para dewa. Dengan panah ini pula Arjuna membinasakan Prabu Niwatakawaca. Dalam perang Bharatayuddha, Arjuna menggunakan panah ini untuk mengalahkan musuh-musuhnya, antara lain Jayadrata dan Karna yang dipenggal nya dengan panah ini.

Upacara Pasupati bermakna pemujaan memohon berkah kepada Hyang Widhi (Sang Hyang Pasupati) untuk dapat menghidupkan dan memberikan kekuatan magis terhadap benda-benda tertentu yang akan dikeramatkan. Dalam kepercayaan umat Hindu (ajaran Sanātana Dharma) di Bali, upacara Pasupati merupakan bagian dan upacara Dewa Yadnya. + Continue Reading