Pura Payogan Agung dan Pura Agung Giri Jagat Natha merupakan Pura Kahyangan Jagat yang terletak di Desa Pekraman Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Berdasarkan sumber sumber yang ada diantaranya “Raja Purana Pura Payogan Agung” dan prasasti di Grya Jaya Purna Rangkan Ketewel disebutkan bahwa Pura Payogan Agung merupakan Stana dari Sang Hyang Pasupati dengan gelar Ida Bhatara Hyang Murtining Jagat. Dalam Raja Purana Pura Payogan Agung, tidak satupun menyebut istilah Pura tetapi disebutkan dengan istilah Kahyangan, hal ini menunjukkan bahwa Pura Payogan Agung termasuk salah satu Pura Kuno yang ada di Bali disamping juga dibuktikan dengan adanya situs Purbakala seperti Lingga Yoni, Patung Siwa Maha Dewa dan situs situs lainnya. + Continue Reading
Archive for the ‘Pura Khayangan’ Category
Pura Payogan Agung dan Pura Agung Giri Jagat Natha
Padmasana
Mengingat rekan-rekan sedharma di Bali dan di luar Bali banyak yang membangun tempat sembahyang atau Pura dengan pelinggih utama berupa Padmasana, perlu kiranya kita mempelajari seluk beluk Padmasana agar tujuan membangun simbol atau “Niyasa” sebagai objek konsentrasi memuja Hyang Widhi dapat tercapai dengan baik.
ARTI PADMASANA
Padmasana atau (Sanskerta: padmāsana) adalah sebuah tempat untuk bersembahyang dan menaruh sajian bagi umat Hindu, terutama umat Hindu di Indonesia. + Continue Reading
Gambaran Umum mengenai PURA BESAKIH
Gambaran Umum mengenai PURA BESAKIH
Gambaran Umum mengenai pura Besakih, yang merupakan pedoman dasar pembangunan Pura Agung Besakih terbagi menjadi dua bentuk/wujud yaitu;
TRI MANDALA
beberapa pura yang tercakup dalam Tri Mandala terdiri dari sor, madya dan luhur mandala. terdapat 23 pelebahan pura.
Pura yang termasuk dalam jajaran Sor mandala yang terkenal dengan sebutan Soring ambal – ambal yaitu;
- Pura Dalem Puri, stana Ida Bhatara Siwa dengan manifestasinya sebagai Bhatari Durga.
- Pura Titi Gonggang / Marga Tiga, sebagai tempat berstananya Sang Suratma, pencatat segala perbuatan.
- Pura Manik Mas, stana Ida Bhatara Sangkara.
- Pura Tegal Penangsaran, sebagai tempat berstananya Sang Jogormanik, tempat mengadili roh-roh (kunci lembaga).
- Pura Prajapati / Jenggala, stana Hyang Panca Maha Bhuta. + Continue Reading
Sejarah Singkat Pura Khayangan Jagat di Bali
Sejarah Singkat Pura Khayangan Jagat di Bali
Setelah mengungkap sekelumit asal usul Pura-pura Khayangan Jagat di Bali, berdasarkan sumber – sumber menuskrip tua, yang kini masih tersimpan di Bali. Hubungan Pura-pura Khayangan Jagat di Bali dengan Gunung Semeru, pengungkapannya mirip dengan kejadian pemindahan puncak gunung Mahameru (Himalaya) di India ke Tanah Jawa.
Dalam naskah sejarah Bali oleh Gora Sirikan, diceritakan bahwa “ Gunung – gunung dan Danau menjadi tempat pemujaan Dewa – Dewi. sebagai Gunung Mahameru yang dipindahkan dari Jambudwipa ke Bali oleh Dewa – Dewi itu, katanya terjadi pada tahun Saka 11 (’89 M). Perhitungan tahun saka itu dinyatakan dengan istilah “Candra Sangkala” yang berbunyi “Rudira Bumi”. baik perkataan “Rudira” maupun “Bumi”, masing – masing mempunyai nilai angka 1, sehingga kedua patah perkataan itu menujukan bilangan angka tahun saka 11. Semenjak itulah katanya keadaan Pulau Bali mulai sentosa,tiada bergoyang lagi karena adanya gunung – gunung itu. hal ini dapat diartikan bahwa semenjak itu masyarakat di Bali mulai mengalami perubahan karena desakan paham baru yang datang dari india. + Continue Reading
Pura Kawitan – Pura Khayangan Jagat
Pura Kawitan semua warga Pasek Sanak Sapta Rsi adalah di Lempuyang Madya.
Tapi sesuai Bisama Ida Bhatara Kawitan, semua warga Pasek wajib juga menyungsung Pura Khayangan lainnya yang masih diantaranya Pura Besakih, Pura Dasar Bhuana dan Pura Silayukti.
Kenapa harus menyungsung Pura-pura tersebut…??? + Continue Reading







