Archive for the ‘Mutiara Veda’ Category

November 11th, 2011 By umaseh Posted in lintas sektoral, meditasi & yoga, Mutiara Veda

Sekilas ajaran Sanata dharma

Agama Hindu (Bahasa Sanskerta: Sanātana Dharma सनातन धर्म “Kebenaran Abadi”), dan Vaidika-Dharma (“Pengetahuan Kebenaran”). kata Hindu berakar dari kata Sindhu. Dalam Reg Weda, bangsa Arya menyebut wilayah mereka sebagai Sapta Sindhu (wilayah dengan tujuh sungai di barat daya anak benua India, yang salah satu sungai tersebut bernama sungai Indus). Hal ini mendekati dengan kata Hapta-Hendu yang termuat dalam Zend Avesta (Vendidad: Fargard 1.18) — sastra suci dari kaum Zoroaster di Iran. Pada awalnya kata Hindu merujuk pada masyarakat yang hidup di wilayah sungai Sindhu.

Dalam Agama Hindu ada lima keyakinan dan kepercayaan yang disebut dengan Panca sradha. Panca sradha merupakan keyakinan dasar umat Hindu. Kelima keyakinan tersebut, yakni:

  1. Widhi Tattwa – percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan segala aspeknya
  2. Atma Tattwa – percaya dengan adanya jiwa dalam setiap makhluk
  3. Karmaphala Tattwa – percaya dengan adanya hukum sebab-akibat dalam setiap perbuatan
  4. Punarbhava Tattwa – percaya dengan adanya proses kelahiran kembali (reinkarnasi)
  5. Moksa Tattwa – percaya bahwa kebahagiaan tertinggi merupakan tujuan akhir manusia

+ Continue Reading

November 10th, 2011 By umaseh Posted in lintas sektoral, Mutiara Veda, wariga & dewasa ayu

Kronologi Pewahyuan dan Penulisan Veda

kronologi pewahyuan Veda

Menurut beberapa sumber, veda yang merupakan kitab suci ajaran Sanātana Dharma सनातन धर्म pertamakali diwahyukan kedunia kira2 155,52 Triliun Tahun SM. Yang pertama kali diturunkan melalui sabda, sehingga weda tersebut kemudian dikenal dengan sebutan Vedasruti. Sabda suci ajaran – ajaran Veda (Vedasruti) terutama diterima oleh tujuh orang Rsi yang dikenal dengan sebutan Sapta Rsi. Adapun rsi tersebut diantaranya:

  1. Rsi Grtsamada
  2. Rsi Visvamitra
  3. Rsi Vamadewa
  4. Rsi Atri + Continue Reading
September 29th, 2011 By umaseh Posted in Hindu di Bali, Mutiara Veda

Apakah Caru, Segehan, dan Tawur ?

Apakah Caru, Segehan, dan Tawur ?

Mecaru (upacara Byakala) adalah bagian dari upacara Bhuta Yadnya (mungkin dapat disebut sebagai danhyangan dalam bhs jawa) sebagai salah satu bentuk usaha untuk menetralisir kekuatan alam semesta / Panca Maha Bhuta.

Mecaru, dilihat dari tingkat kebutuhannya terbagi dalam:

  • Nista ~ untuk keperluan kecil, dalam lingkup keluarga tanpa ada peristiwa yang sifatnya khusus (kematian dalam keluarga, melanggar adat dll)
  • Madya ~ selain dilakukan dalam lingkungan kekerabatan/banjar (biasanya dalam wujud tawur kesanga, juga wajib dilakukan dalam keluarga dalam kondisi khusus, pembangunan merajan juga memerlukan caru jenis madya
  • Utama ~ dilakukan secara menyeluruh oleh segenap umat Hindu (bangsa) Indonesia + Continue Reading
September 22nd, 2011 By umaseh Posted in Mutiara Veda

JAPA MALA Menyebut Nama Tuhan

JAPA MALA RUDRAKSA (TASBIH GENITRI) Menyebut Nama Tuhan

Manusia diciptakan memiliki unsur pembentuk yang sama dengan makhluk lainnya, baik dengan tumbuhan maupun hewan, bahkan dengan mahkluk terkecil sekalipun. Semua mahkluk dibentuk oleh 5 (lima) unsur utama ; Tanah, Air, Api, Udara dan Akasa (ruang hampa), sama persis dengan unsur2 utama yang membentuk alam semesta.

Lalu apa yang membedakan manusia dari mahkluk lainnya?

hanya satu kelebihan manusia, yaitu dilengkapi dengan tenaga hidup – Hati Nurani (Budhi). Tumbuhan hanya memiliki satu tenaga yaitu Bayu, tenaga untuk tumbuh dan berkembang secara biologis. Binatang dianugrahi Tenaga Bayu dan Suara (sabda). Suara yang membuat binatang mampu berkomunikasi satu sama lainnya. + Continue Reading

September 15th, 2011 By umaseh Posted in cerita & itihasa, Mutiara Veda

Hukum Manu (Code of Manu)

Hukum Manu (Code of Manu)

Hukum Manu sering membuat bertanya2 umat lain bahkan umat hindu sendiri. dibawah ini akan dicoba mengulas tentang hukum manu tersebut melalui Tanya jawab.

sebenarnya apa itu Hukum Manu/Kode Manu tersebut?

Kode Manu adalah aturan etika yang ditulis oleh Reshi Manu. Sangat sedikit yang diketahui mengenai Manu. Dalam mitologi, dia dikenal sebagai Manu Svayambhuva. Kode Manu dikenal sebagai Manusmriti atau Manu-Shamhita atau Manawa Dharmashastra. Inilah buku hukum pertama dari agama Hindu. Menurut mitologi Hindu, Manu mendiktekan hukumnya dalam seratus ribu sloka kepada Reshi Brighu, yang pada gilirannya mengajarkan kepada Reshi Narada. Narada, berdasarkan pertimbangan sendiri mengurangi aturan itu menjadi dua belas ribu sloka. Buku hukum ini kemudian dikurangi lagi menjadi delapan ribu sloka oleh Reshi Markandeya. Percaya atau tidak, Reshi yang lain, Sumathi, menguranginya lagi menjadi empat ribu sloka. Akhirnya, reshi lain yang tidak dikenal, mengurangi lagi menjadi 2.685 sloka. + Continue Reading

September 15th, 2011 By umaseh Posted in cerita & itihasa, Mutiara Veda

Dewa, Tuhan atau siapakah diriMU?

Dewa, Who are You???? Tuhan atau siapakah diriMU?

Dewa (bahasa Inggris: Deity) adalah makhluk supernatural yang menguasai unsur-unsur alam atau aspek-aspek tertentu dalam kehidupan manusia., disembah, dianggap suci dan keramat, dan dihormati oleh manusia.

Dewa dianggap berwujud bermacam-macam, biasanya berwujud manusia atau binatang. Mereka hidup abadi. Mereka memiliki kepribadian masing-masing. Mereka memiliki emosi, kecerdasan, seperti layaknya manusia. Beberapa fenomena alam seperti petir, hujan, banjir, badai, dan sebagainya, termasuk keajaiban adalah ciri khas mereka sebagai pengatur alam. Mereka juga mengatur aspek-aspek dalam kehidupan manusia dan menentukan nasibnya. Mereka pula dapat memberi hukuman. Beberapa Dewa tidak memiliki kemahakuasaan penuh, mereka disembah dengan sederhana. + Continue Reading

September 15th, 2011 By umaseh Posted in Mutiara Veda

Dewi Gayatri – Ibu segala mantra

Dewi Gayatri – Ibu segala mantra

Semua literatur kitab Weda menyatakan bahwa Gayatri merupakan Dewi segala mantra. Namun keberadaan sang Dewi belumlah tenar di lingkungan masyarakat Hindu Bali, sebab untuk membentuk personalitas serta siapa dan bagaimana Beliau, serta dalam hal apa saja Beliau dipuja, masyarakat Hindu Bali belum banyak yang paham. Untuk itulah melalui artikel ini mencoba membedah Dewi Ilmu ini dengan sedikit ulasan yang terkesan back to India.

Ada banyak Dewi dalam ikonografi Hindu yang mewakili Ilmu Pengetahuan dan mantra suci. Kesemuanya memegang banyak atribut yang melambangkan hal tersebut. Namun dari sekian banyak Dewi, Gayatri adalah yang utama. Bergesernya Beliau sebagai Dewinya Ilmu Pengetahuan secara murni oleh Bhatari Hyang Aji Saraswati, mungkin disebabkan karena Gayatri lebih menekankan pada aspek Ilmu Pengetahuan secara apuruseya, mantra Weda yang transcendental. Sedangkan untuk Dewi Saraswati, Beliau meramu seluruh Ilmu yang ada, baik para widya dan apara widya. + Continue Reading

September 15th, 2011 By umaseh Posted in lintas sektoral, Mutiara Veda

Metode Beragama dalam Veda

Metode Beragama dalam Veda

Dalam ajaran Sanātana Dharma सनातन धर्म atau yang lebih dikenal dengan sebutan agama Hindu terdapat konsepsi ajaran yang disebut Tri Pramana.
Tri” artinya tiga, “Pramana” artinya jalan, cara, atau ukuran. Jadi Tri Pramana adalah tiga jalan/ cara untuk mengetahui hakekat kebenaran sesuatu, baik nyata maupun abstrak yang meliputi:

  1. Agama Pramana
  2. Anumana Pramana
  3. Pratyaksa Pramana

Dalam Wrhaspati Tattwa sloka 26 disebutkan:
Pratyaksanumanasca krtan tad wacanagamah pramananitriwidamproktam tat samyajnanam uttamam. Ikang sang kahanan dening pramana telu, ngaranya, pratyaksanumanagama.
Adapun orang yang dikatakan memiliki tiga cara untuk mendapat pengetahuan yang disebut Pratyaksa, Anumana, dan Agama. + Continue Reading

September 15th, 2011 By umaseh Posted in Mutiara Veda

Beberapa Sloka Ilmiah – Saint Vedic

Beberapa Sloka Ilmiah – Saint Vedic

berikut beberapa sloka ilmiah yang terdapat dalam kitab suci Sanātana Dharma सनातन धर्म

Atharva Veda bab III.13.5 yang menyebutkan “Agnisomau bibhratiapa it tah” artinya air terdiri atas Oksigen dan Hidrogen.

Ingatlah, Hindu itu ada sejak kapan?
Veda yang lebih dulu tahu unsur pembentuk air dibanding ilmuwan modern.

Sama Veda juga menyebutkan “Tam it samanam vaninas ca virudhoantarvatis ca suvate ca vivaha” Tumbuh-tumbuhan menghasilkan udara vital yang disebut samana (Oksigen) secara teratur.

Veda’kan yang lebih cerdas dari ilmuwan modern? + Continue Reading

August 27th, 2011 By umaseh Posted in Mutiara Veda

Shulbasutra yang merupakan Ilmu Matematika

Naskah-naskah kuno Veda tidak semata-mata hanya berisikan pengetahuan filsafat dan spiritual tingkat tinggi, tetapi mereka juga memuat informasi tentang ilmu-ilmu materiil (material science) yang sudah maju. Jadi kita akan menyajikan daftar tentang berbagai topik yang ada di dalam ilmu pengetahuan Veda dan juga ide-ide dan pengetahuan yang sudah dikenal ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Kita juga harus menyadari bahwa tanpa adanya kemajuan yang berasal dari peradaban Veda dalam berbagai bidang yang akan dibahas, dunia ini dan masyarakat kita tentunya tidak akan seperti sekarang ini. Jadi, kita berhutang banyak kepada kemajuan yang bersumber dari kearifan Veda.

Literatur Veda juga termasuk hasil karya seperti :

  • Ayur-veda, ilmu pengobatan holistik yang diajarkan oleh Lord Dhanvantari;
  • Dhanur-veda, ilmu kemiliteran oleh Rishi Bhrigu;
  • Gandharva-veda, yang membahas tentang seni musik, tari, drama, dll, oleh Bharata Muni;
  • Artha-sastra, ilmu pemerintahan dan pembangunan ekonomi;
  • Sthapatya-veda, ilmu arsitektur; dan Manu-samhita, kitab hukum Veda. Ada juga
  • Shulba Sutra, perhitungan menurut sistem Veda.

Shulbasutra (matematika)

Shulbasutra merupakan model-model matematika paling awal, dan tentunya pada mulanya digunakan untuk tujuan keagamaan. Pada dasarnya mereka dimasukkan sebagai sisipan dari Kalpasutra untuk aspek ritual (Shrauta), yang memperlihatkan model-model paling awal dari ilmu aljabar. Pada intinya mereka berisikan rumus-rumus matematika untuk merancang berbagai bangunan altar tempat pemujaan dalam ritual Veda. Setiap Shrautasutra memiliki Shulbasutra-nya sendiri, sehingga mungkin terdapat beberapa naskah tersebut di masa lalu, walau hanya tujuh Shulbasutra yang dikenal saat ini. Diantaranya yang terpenting adalah Baudhayana, Apastamba (yang keduanya merupakan sisipan dari Taittiriya Samhita atau Yajur-veda Hitam), dan Katyayana (yang merupakan sisipan dari Vajasaneya atau Yajur-veda Putih), sementara Manava, Maitrayana, Varaha, dan Vidula kurang begitu penting. + Continue Reading

August 27th, 2011 By umaseh Posted in Mutiara Veda

Ilmu Pelayaran / Maritim dalam Veda

Ilmu Pelayaran / Maritim dalam Veda

Vedic Aryan juga sudah cukup maju dalam pelayaran samudra. Sementara para pelaut dan saudagar bangsa Eropa kebanyakan tidak mengetahui jalur-jalur pelayaran dari Eropa ke India sampai dengan abad ke-enambelas, literatur dan epos-epos bangsa India menjelaskan gambaran bentuk bumi dan benua dan lautan ribuan tahun sebelumnya. Dan bangsa India kuno mengetahui bagaimana cara mencapai daerah seberang melalui jalur-jalur laut.

Sebagaimana dikemukakan dalam buku World-Wide Hindu Culture oleh Dr. Venu Gopalacharya (hal. 102), diketahui bahwa kapal-kapal dagang berukuran besar bangsa India biasa membawa para pelaut dan saudagar dari India ke daerah-daerah koloninya di Jawa, Sumatera, Borneo, Kepulauan Philipina, dll, sejak jaman dahulu kala sampai dengan Indian Ocean dikuasai armada dagang bangsa Eropa di abad ke-18. + Continue Reading

August 27th, 2011 By umaseh Posted in Mutiara Veda

Sekelumit Sains dalam Kitab-Kitab Purana

Sekelumit Sains dalam Kitab-Kitab Purana

Beralih kepada kitab-kitab Purana, mereka berisikan berbagai informasi atas penciptaan jagat raya, pemeliharaannya, dan penghancurannya. Hal-hal lainnya termasuk astrologi, geographi, penggunaan persenjataan militer, organisasi kemasyarakatan, tugas-tugas dari orang-orang yang berbeda golongan, karakteristik dan aturan tingkah laku para pemimpin, prediksi mengenai masa yang akan datang, analisis terhadap elemen-elemen materi, simpul-simpul kesadaran, bagaimanan energy ilusi bekerja, praktek yoga, meditasi, pengalaman spiritual, menyadari Sang Absolut, dan banyak lagi. + Continue Reading

August 27th, 2011 By umaseh Posted in Mutiara Veda

Tehnik mesin dalam veda

Tehnik mesin dalam veda

Lebih jauh lagi, dalam naskah-naskah Veda yang paling awal, seperti Atharva-veda, kita menemukan sejumlah ayat yang berkaitan dengan pemakaian dan manfaat arus listrik, seperti yang satu ini :
“Bahwa daya listrik bisa menjadi sahabat aman kita, menyediakan tenaga-kuda untuk menjalankan mesin-mesin kita, cahaya untuk menerangi rumah kita, dan tenaga untuk bercocok tanam di ladang. Marilah kita pakai untuk kemakmuran dan kemudahan bagi kita melalui aliran sejumlah arus (listrik)”. (Atharve-veda, Buku 20, Hymne 7, ayat 3)

Ilmu-ilmu lain yang disebutkan di dalam Yajur-veda, seperti beberapa ayat berikut : + Continue Reading

August 27th, 2011 By umaseh Posted in Mutiara Veda

Ilmu Militer dalam Veda

Ilmu Militer dalam Veda

Dalam bidang ilmu kemiliteran, Ramayana dan kitab-kitab Purana seringkali menyebut Shataghni atau canon, karena diletakan di atas menara dan digunakan pada saat emergensi.

Sebuah canon disebut “Shataghni” karena itu berarti senjata api yang bisa membunuh seratus orang dengan sekali tembakan. Mereka mengasalkan agniyastra, atau senjata api itu kepada Visvakarma, arsitek dari epos-epos Veda. Senjata roket juga merupakan penemuan bangsa India dan digunakan oleh tentara pribumi saat bangsa Eropa datang pertama kali. + Continue Reading

August 27th, 2011 By umaseh Posted in Mutiara Veda

Ilmu Pertanian dan Botani menurut Veda

Ilmu Pertanian dan Botani

Ilmu pertanian dijelaskan dalam berbagai naskah yaitu Brihatsamhita, Arthashastra, dan secara lebih eksklusif di dalam Krishiparashara.
Karya ini menjelaskan segala sesuatunya sejak pembibitan, menanam anak pohon, panen dan penyimpanan biji-bijian hasil panen. Vrikshayarveda dari Agni Purana juga membahas model irigasi, pembangunan saluran dan kanal, mengairi tanaman, dan berbagai hama tanaman dan cara penanganannya, dll.

Ilmu Botani juga dikenal pada jaman Veda dahulu kala. Pustaka kuno Veda seperti Rig-veda (10.97.21) dan Mahabharata menjelaskan bahwa tumbuh-tumbuhan memiliki jiwa dan dapat merasakan. Sir J. C. Bose membuktikannya secara ilmiah di dalam laboratorium. + Continue Reading

August 27th, 2011 By umaseh Posted in lintas sektoral, Mutiara Veda

Penciptaan Alam Semesta Menurut Agama Hindu

Penciptaan Alam Semesta Menurut Veda

Dalam Matsya Purana 2.25-30, penciptaan diceritakan terjadi setelah Mahapralaya, leburnya alam semesta, kegelapan di mana-mana. Semuanya dalam keadaan tidur. Tidak ada materi apapun, baik yang bergerak maupun tak bergerak. Lalu Svayambhu, self being, menjelma, yang merupakan bentuk di luar indra. Ia menciptakan air/cairan pertama kali, dan menciptakan bibit penciptaan di dalamnya. Bibit itu tumbuh menjadi telur emas. Lalu Svayambhu memasuki telur itu, dan disebut Visnu karena memasukinya.

Chandogya Upanisad 3.14.1 menyatakan bahwa semuanya adalah Brahman. + Continue Reading

August 17th, 2011 By umaseh Posted in Mutiara Veda

Tentang Gayatri Mantram

Tentang Gayatri Mantram

Stuta maya varada vedamata pracodayantam pavamani dvijanam.
Ayuh pranam prajam pasum kirtim dravinan brahmawarcasam
Mahyam dattwa vrajata brahmalokam

Gayatri mantram yang diakhiri dengan kata pracodayat, adalah ibunya dari empat veda (Rgveda, Yayurveda, Samaveda, Atharwaveda) + Continue Reading

August 16th, 2011 By umaseh Posted in Mutiara Veda

Menguak Misteri GAYATRI MANTRA melalui Meditasi

Menguak Misteri GAYATRI MANTRA melalui Meditasi

Om bhur bhuvah svah,
tat savitur varenyam,
bhargo devasya dhimahi,
dhiyo yo nah pracodayat.(regveda – 3,62)

artinya: + Continue Reading