Archive for the ‘kupasan lontar’ Category

March 15th, 2012 By umaseh Posted in kupasan lontar, Upakara dan Upacara

caru eka sata (ayam brumbun) dan Rsi Ghana Alit

Sehubungan banyaknya pertanyaan dari saudara kami di daerah luar dan banyaknya kejadian bencana alam, berikut kami mencoba share indik caru eka sata (ayam brumbun) dan Rsi Ghana Alit.

CARU EKA SATA

 

BANTEN CARU EKA SATA

Sami metatakan talendan gede (ron): Tipat kelanan, Peras, Tatakan bulang siap, Urip2 siap (kepelan manut urip metatakan muncuk don biu), Nyiwan (soroan alit), dan bungkak nyuh sudamala mecarak 8.

Durmanggala

Sebagai alasnya kulit sayut, diatasnya diisi sebuah tumpeng, diisi bawang jahe dan terasi bang (mentah). Mengenai tumpeng dalam hal ini ada yang membuat berwarna hitam dan putih (poleng) tetapi ada sumber yang mengatakan tumpeng biasa (putih). Kemudian dilengkapi dengan pesucian/pangresikan, penyeneng, daksina yang berisi uang 225, pras, ajuman, canang tubungan, sampian nagasari, serta lauk – pauknya, telur bukasem (telur asin), jajan dan buah-buahan, lis dari selepan kelapa hijau. + Continue Reading

November 15th, 2011 By umaseh Posted in kupasan lontar

kupasan lontar ramalan di bali

Dalam sebuah teks berbentuk lontar yang judulnya “Indik Padiwasan” dari Geriya Pakarangan Budhakeling Karangasem, pada lembar lontar 13a – 38a muncul suatu bentuk tenung yang diistilahkan dengan Sasih Pangunyan.
Arti kata tenung di sini hampir sepadan dengan kata tenung dalam bahasa Indonesia yang bermakna kepandaian dan sebagainya untuk mengetahui (meramalkan) sesuatu yang gaib (seperti meramalkan nasib, mencari orang hilang).

Lantas, apa makna kata tenung dalam kaitan meramalkan peristiwa atau kejadian mendatang — terutama yang akan terjadi di Nusantara ini? —–MEMANG, khusus dalam bahasan ini, makna kata tenung diartikan sebagai cara untuk meramalkan kejadian-kejadian yang akan datang — terutama yang akan terjadi di Nusantara ini.

Sasih artinya bulan-bulan dalam sistem tahun Caka, sedangkan pangunyan adalah ketetapan yang diperoleh melalui perhitungan tenung.
Tenung secara tradisional dipakai untuk meramalkan bagaimana keadaan alam ke depan, pada ketentuan sasih atau bulan dalam angka tahun Caka, mengikuti sistem wariga atau kalender Bali. + Continue Reading

November 10th, 2011 By umaseh Posted in Hindu di Bali, kupasan lontar

Arti posisi kepala saat tidur

Adat Bali dikenal memiliki banyak aturan, yang secara tidak langsung dan tidak sadar mengikat masyarakatnya, mulai dari pribadi perorangan, kelompok sampai aturan dalam membangun daerahnya. satu contoh kecil saja, yaitu sikap saat istirahat malam atau tidur. jangankan sikap tidur, tempat tidur bahkan bangunan yang boleh dijadikan tempat tidurpun diatur. katakan saja untuk ranjang untuk tidur, ada aturannya. secara umum, apapun yang dilakukan oleh manusia diatur, dalam hal ini; tempat istirahat. dalam sastra bali tempat istirahat ada 3, yaitu

  • Galar; istirahat untuk beberapa saat dengan tidur
  • Galir; istirahat untuk beberapa menit/pelepas lelah, yaitu dengan duduk dan bersantai
  • Galur; istirahat untuk perjalanan pulang, yang dalam istilah balinya “mulih ke desa gede/gumi wayah” alias MATI + Continue Reading