Archive for the ‘Hari Raya di Bali’ Category

February 2nd, 2012 By umaseh Posted in Hari Raya di Bali

upacara persiapan odalan di mrajan atau sanggah

upacara persiapan odalan di mrajan atau sanggah, dalam hal ini dimaksudkan odalan tingkat madya sampai utama, yakni dari pedudusan alit hingga mekebat daun dan mebagia pulekerti, diperlukan adanya beberapa runtutan upacara persiapan. diantaranya:

NUNAS PENGENIH KE PURA DALEM

  • Banten : Ajuman putih kuning, Ulam ayam putih siungan mepanggang, Canang cantal, canang burat wahgi, canang lenge wahgi, Beras kuning daksina sesari 36 kepeng, taluh nyuh,  Andel – andel pasepan.
  • Ma; Inggih ratu bhatari dalem titiang nunas premenak paduka, Bhatari jro isedan jagal mangsa, mangde ngambel karyan, Titiange mangde trepti pisan kalih olah-olahan titiange kedap, Sidhi mantranku poma poma poma. + Continue Reading
September 22nd, 2011 By umaseh Posted in Hari Raya di Bali

Hari Raya Galungan dan Kuningan

Hari Raya Galungan dan Kuningan

Hari raya Galungan yang biasanya dirayakan dengan penuh kemeriahan oleh masyarakat Hindu di Indonesia, khususnya di Bali. Kata “Galungan” berasal dari bahasa Jawa Kuna yang artinya menang atau bertarung. Galungan juga sama artinya dengan dungulan, yang juga berarti menang. Karena itu di Jawa, wuku yang kesebelas disebut Wuku Galungan, sedangkan di Bali wuku yang kesebelas itu disebut Wuku “Dungulan” . Namanya berbeda, tapi artinya sama saja. Seperti halnya di Jawa dalam rincian pancawara ada sebutan Legi sementara di Bali disebut Umanis, yang artinya sama: manis.

Agak sulit untuk memastikan bagaimana asal-usul Hari Raya Galungan ini. Kapan sebenarnya Galungan dirayakan pertamakali di Indonesia, terutama di Jawa dan di daerah lain khususnya di Bali. + Continue Reading

August 14th, 2011 By umaseh Posted in Hari Raya di Bali

Siwa Ratri: Malam Peleburan Dosa atau Penyadaran Dosa?

Siwa Ratri

Malam Peleburan Dosa atau Penyadaran Dosa?

Om Swastyastu.
Siwaratri artinya Siwa = Tuhan/ Bhatara Siwa; ratri = malam.
Atau malamnya Bhatara Siwa/ Tuhan, saat yang tepat bagi manusia untuk merenungi kehidupan di masa lampau serta sadar/ eling pada dosa-dosa yang terlanjur, baik sengaja atau tidak sengaja telah terjadi.
Kemudian berjanji dan menguatkan tekad untuk tidak mengulangi dosa. Demikian halnya dengan kisah Lubhdaka di mana setelah siwaratri dia tidak lagi berbuat dosa. + Continue Reading

August 13th, 2011 By umaseh Posted in Hari Raya di Bali

Hari Raya Nyepi dan Yadnya Tawur Agung

Hari Raya Nyepi dan Yadnya Tawur Agung

Muwujudkan kesejahteraan lahir batin atau jagadhita dan moksha merupakan tujuan agama Hindu. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, umat Hindu wajib mewujudkan 4 tujuan hidup yang disebut Catur Purusartha atau Catur Warga yaitu dharma, artha, kama dan moksha. Empat tujuan hidup ini dijelaskan dalam Brahma Sutra, 228, 45 dan Sarasamuscaya 135. + Continue Reading

August 13th, 2011 By umaseh Posted in Hari Raya di Bali

Hari Raya Nyepi dan Tahun Saka

Hari Raya Nyepi dan Tahun Saka

Weda Sruti merupakan sumber dari segala sumber ajaran Hindu. Weda Sruti berasal dari Hyang Maha Suci/Tuhan Yang Maha Esa (divine origin). Mantra Weda Sruti tidak dapat dipelajari oleh sembarang orang. Karena mantra-mantranya ada yang bersifat pratyaksa (yang membahas obyek yang dapat diindra langsung oleh manusia), ada yang bersifat adhyatmika, membahas aspek kejiwaan yang suci (atma) dan ada yang bersifat paroksa, yaitu yang membahas aspek yang tidak dapat diketahui setelah disabdakan maknanya oleh Tuhan. + Continue Reading