Google+
Hotline : 0361 8757 377
SMS : 087 8600 65000
BBM : 297E702A
ym 2
Home » Blog » Porosan
Wednesday, January 16th 2013. Posted in Blog

Porosan

“Porosan” terdiri dari daun sirih, pamor (kapur) dan dimasukkan dalam jepitan janur sebagai simbol “Silih Asih” dan Poros/Pusat yang bermakna, pada saat penganut Hindu Bali menghaturkan persembahan harus dilandasi oleh hati yang welas asih serta tulus kehadapan Sang Hyang Widhi beserta Prabhawa Nya, demikian pula dalam hal kita menerima anugerah dan karunia Nya.

PorosanĀ  sebagai lambang/nyasa Tri kaya Parisudha

  • Daun sirih sebagai lambang warna hitam sebagai nyasa Bhatara Visnu, dalam bentuk tri-premana sebagai lambang/nyasa dari Sabda (perkataan),
  • Jambe/Gambir sebagai nyasa Bhatara Brahma, dalam bentuk Tri-premana sebagai lambang/nyasa Bayu (perbuatan),
  • Kapur/Pamor sebagai lambang/nyasa Bhatara Iswara, dalam bentuk Tri-premana sebagai lambang/nyasa Idep (pikiran).

Suatu kehidupan tanpa dibarengi dengan Tri-premana dan Tri Kaya Parisudha, suatu kehidupan tiadalah artinya, hidup ini akan pasif, karena dari adanya Tri-premana dan Tri Kaya itulah kita bisa memiliki suatu aktivitas, tanpa kita memiliki suatu aktivitas kita tidak akan dapat menghadapi badan ini. Suatu aktivitas akan terwujud karena adanya Tri-Premana ataupun Tri-kaya.