Google+
Hotline : 0361 8757 377
SMS : 087 8600 65000
BBM : 297E702A
ym 2
Home » Blog » Nama Orang Bali
Friday, August 16th 2013. Posted in Blog

Nama Orang Bali

Nama Orang Baliberbicara tentang Bali, Anda tentu sering mendengar nama-nama khas Bali mulai Wayan, Made, Nyoman, Ketut, Ida Bagus, Anak Agung dan sebagainya. Semua nama itu ternyata ada artinya.

contoh nama orang bali :
“I Wayan Budi Mahendra” dan “Ni Made Widya”

untuk artinya, silahkan simak berikut ini

kita mulai dulu kata depannya:

I -> merupakan kata sandang untuk jenis kelamin laki-laki

Ni /Luh -> merupakan kata sandang untuk jenis kelamin perempuan

untuk arti nama orang bali, kata ke dua memiliki arti yang luas, berikut ini arti kata sandang setelah kata I/Ni berdasarkan, Lontar Kanda Pat Sari;

Wayan -> “wayahan” artinya lebih tua, merupakan kata sandang, untuk anak ke I

Made -> “madia” artinya tengah, merupakan kata sandang, untuk anak ke II

Nyoman -> “anoman (lebih muda), uman (sisa/akhir)”, kata untuk anak ke III

Ketut -> “kitut (pisang kecil di ujung terluar) ke-tuut (diikuti), nama untuk anak ke IV

disamping itu dikenal juga nama sandang penggati diatas seperti:

Putu – > artinya cucu tersayang, merupakan kata sandang, untuk anak ke I

Gede/Gde -> artinya besar, merupakan kata sandang, untuk anak ke I

Kadek -> artinya adik, merupakan kata sandang, untuk anak ke II

Komang -> serapan dari nyoman, untuk anak ke III

Nengah -> artinya tengah, untuk anak ke III

menurut pandangan hidup orang bali, sebaiknya sebuah keluarga memiliki anak,  tiga saja. Setelah beranak tiga, kita disarankan untuk lebih “bijaksana”.

Namun zaman dahulu, obat herbal tradisional kurang efektif untuk mencegah kehamilan, coitus interruptus tidak layak diandalkan, dan aborsi selalu dipandang jahat, sehingga sepasang suami istri mungkin saja memiliki lebih dari tiga anak.

Anak keempat gelarnya Ketut. Ia adalah anak “bonus” yang tersayang. Karena program KB yang dianjurkan pemerintah, semakin sedikit orang Bali, yang bernama Ketut. Itu sebabnya ada kekhawatiran dari sementara orang Bali, akan punahnya sebutan kesayangan ini.

disamping itu, orang Bali memiliki sebuah tabu, atau pantangan, bahwa petani tidak boleh menyebut kata TIKUS, yang di Bali, disebut “bikul“, jika sedang ada di sawah.

Menyebut tikus di sawah, dipercaya bagai mantra, yang bisa memanggil tikus. Untuk itu jika sedang di sawah, orang memanggilnya dengan julukan spesial, ”Jero Ketut”. Ia bermakna tuan kecil. Ini berangkat dari pandangan, bahwa tikus bagimanapun juga adalah bagian dari keseimbangan alam.

Bila keluarga berencana gagal, dan sebuah keluarga memiliki lebih dari empat anak, maka mulai dari anak kelima, orang Bali mengulang siklus titel di atas menambahkan imbuhan kata “iBalik”. sehingga Anak kelima bergelar “Wayan Balik”, keenam “Made Balik”, dan seterusnya.

untuk nama pangilan sehari – hari, ada nama panggilan di bali:

gus -> “bagus” artinya tampan, merupakan nama panggilan, untuk anak laki

gek -> “jegeg” artinya cantik, nama panggilan, untuk anak perempuan

bli -> nama panggilan, untuk pria yang lebih tua

mbok -> nama panggilan, untuk perempuan yang lebih tua

diluar nama orang bali diatas, ada beberapa istilah lainnya untuk orang bali.

nama orang bali tersebut, biasanya menyebutkan Nama Wangsa (bukan Kasta/warna) di bali:

Ida Bagus -> ida (dia) bagus (tampan), nama depan untuk pria dari wangsa brahmana (pendeta)

Ida Ayu -> ayu (cantik), nama depan untuk perempuan dari wangsa brahmana

Dewa_Agung -> Gelar Kebangsawanan seorang Raja

Cokorda -> nama depan dari wangsa putra – putri raja dari pihak permaisuri

Anak Agung -> nama depan dari wangsa putra – putri raja dari pihak selir / istri lainnya

IDewa, Gusti -> gelar wangsa keluarga punggawa/pejabat istana

Ngakan -> gelar wangsa untuk anak “gelar idewa” menikah dengan wangsa dibawahnya

Si/Sang -> gelar wangsa untuk anak “gelar gusti” menikah dengan wangsa dibawahnya

tetapi nama tersebut berubah, setelah penjajah belanda menguasai bali, sehingga saat ini nama gelar wangsa, menjadi nama anak, yang menjadi warisan turun temurun.

selain itu sering juga ditemui nama depan lainnya, yang biasanya menyebutkan nama keluarga besar asal dari orang tersebut, seperti:

Pasek -> nama depan dari keluarga besar warga pasek

Pande -> nama depan dari keluarga besar warga pande

setelah kata sandang diatas disebutkan, barulah nama asli si anak yang mengikuti. jadi dari nama ” i wayan budi mahendra” nama aslinya adalah budi mahendra, sedangkan “ni putu widya” dengan nama asli widya.

demikian sekilas tentang Nama Orang Bali, semoga bermanfaat.